Bersiap Menghadapi Cookie Apocalypse dengan Conversions API
01/06/2024

Buat para Meta Advertiser, sudah saatnya bersiap menghadapi Cookie Apocalypse dengan mengaktifkan fitur Conversion API pada Meta Pixel anda. Dalam artikel kali ini, kita akan membahas mengenai mengapa Conversions API akan menjadi bagian penting dalam operasional iklan Meta kita semua ke depannya.
Apa itu Cookie Apocalypse?
Setelah ditunda sampai berkali-kali dan juga membuat semua advertiser kebingungan, kali ini sepertinya Google akan benar-benar menghentikan penggunaan tracking dengan third party cookies pada Google Chrome. Dari beberapa sumber, diketahui market share pengguna Google Chrome mencapai lebih dari 60% pengguna internet secara global. Artinya, sebagian besar user tidak akan lagi bisa ditrack menggunaan third party cookies.
Apa sih sebetulnya gunanya third party cookies itu? Nah jadi sebetulnya advertising platform seperti Meta dan Google memanfaatkan third party cookies ini untuk melakukan tracking terhadap aktivitas user saat browsing di internet. Salah satunya ya pakai Meta Pixel itu tadi. Makanya itulah kenapa Meta Pixel bisa mendeteksi interaksi user di dalam website, yang biasanya kita manfaatkan untuk tracking performance campaign, untuk bikin custom audience, dan juga untuk optimasi campaign.
Kenapa namanya Cookie Apocalypse, karena dengan dinonaktifkannya third party cookies ini, jadi seperti kiamat bagi para advertiser karena nantinya jadi tidak bisa lagi tracking performance iklannya dengan optimal. Jadi apa dong ya solusinya supaya bisa mencegah kiamatnya beneran terjadi?
Aktifkan Conversions API Sesegera Mungkin
Dari Meta sendiri sebetulnya sudah bersiap diri juga dalam beberapa tahun terakhir untuk menghadapi ini, dengan memperkenalkan yang namanya Conversions API. Berbeda dengan cara kerja Meta Pixel yang biasanya kita gunakan yang berjalan di front-end browser, Conversions API mengirimkan data secara server-to-server.
![]()
Nah dengan adanya Conversions API ini, memungkinkan kita sebagai advertiser untuk mendapat data secara lengkap, karena tidak terblokir oleh penonaktifan third party cookies oleh Google Chrome.
Supaya artikel ini tidak terlalu panjang, detail cara aktivasi Conversions API akan kita bahas di artikel berikutnya. Namun secara singkat, ada 3 cara yang bisa digunakan untuk menjalankan Conversions API:
Integrasi Lewat Platform Partner
Buat anda yang website nya menggunakan platform partner Meta seperti Shopify atau WooCommerce, bisa langsung aktivasi dengan sangat mudah karena hanya butuh pengaturan untuk aktivasi otomatis. Caranya juga sudah banyak dokumentasinya dari website platform langsung.
Cara ini merupakan cara paling mudah dalam aktivasi Conversions API.
Integrasi Lewat API Gateway
Cara berikutnya adalah dengan berlangganan Amazon Web Services (AWS) sebagai server untuk Conversions API. Cara ini agak lebih rumit sedikit dari cara sebelumnya, dan membutuhkan biaya tambahan untuk langganan server AWS apabila sebelumnya belum langganan. Dokumentasinya juga sudah banyak tersedia untuk cara ini.
Integrasi Conversions API Langsung dari Server Sendiri
Apabila tidak memungkinkan untuk melakukan 2 cara di atas, sebetulnya masih bisa dengan konfigurasi langsung di server anda sendiri. Namun cara ini memang akan butuh bantuan tim developer anda dan mungkin untuk konfigurasinya akan butuh waktu yang lebih lama. Positifnya, karena dikonfigurasi sendiri, bagi website yang banyak butuh kustomisasi dalam pengiriman data event jadinya lebih bebas dan lebih fleksibel.
What do you think?
Apakah anda sudah pernah mengaktifkan Conversions API di website anda? Bagikan komentar dan pengalaman anda di kolom di bawah ini.
Have a great week ahead!
