Keunggulan Menggunakan Automatic Placement

keunggulan menggunakan automatic placement
Share artikel ini

Melanjutkan post sebelumnya mengenai placement di Facebook, pada kesempatan ini kita akan membahas mengenai keunggulan menggunakan Automatic Placement. Saya sendiri merupakan penggemar Automatic Placement, dan saya hampir selalu menyarankan para advertiser di Facebook untuk menggunakannya selama memungkinkan. Kenapa?

 

Sekilas Mengenai Automatic Placement

Sedikit mengulang post sebelumnya, automatic placement artinya iklan kita dapat ditampilkan di semua platform Facebook (Facebook, Instagram, Audience Network, Messenger). Tentunya iklan kita tidak akan ditampilkan secara sama rata di semua platform tersebut. Facebook yang akan menganalisa, setelah iklan kita berjalan beberapa saat, platform mana yang memberikan hasil yang paling bagus, kemudian iklan kita kebanyakan akan ditampilkan di platform tersebut. Automatic Placement kadang disebut juga sebagai Placement Optimization.

Keunggulan: kemungkinan besar mendapatkan hasil yang paling optimal, karena algoritma yang secara otomatis akan memilih placement yang optimal di Facebook, dengan menampilkan iklan anda di platform yang memberikan hasil paling bagus. Tidak perlu repot membuat beberapa Ad Set yang berbeda untuk placement setiap platform.

Kelemahan: tidak bisa menentukan platform mana yang mau dipilih untuk lebih banyak menampilkan iklan anda.

Kapan menggunakan tipe placement ini: jika anda menginginkan hasil yang paling optimal, tanpa memperdulikan di platform mana iklan anda akan ditampilkan.

 

Supaya ada gambaran lebih jelas, mari kita gunakan contoh.

Iklan 1: Placement hanya Facebook saja

Iklan 2: Automatic placement

Selain placement, semua variabel lainnya seperti objective, target audience, bid, budget, dan materi iklan kita anggap sama, agar hasil yang didapat bisa dianggap valid.

 

Conversion dengan Placement Facebook Saja

Diagram ilustrasi di bawah menunjukkan conversion yang terjadi sepanjang waktu, dengan iklan yang hanya ditampilkan di Facebook saja. Karena tidak ada pilihan placement lainnya, algoritma Facebook mempunyai pilihan audience yang cukup terbatas dalam menampilkan iklan.

placement facebook saja

 

Conversion dengan Automatic Placement

Sekarang coba bandingkan dengan iklan yang menggunakan automatic placement. Bisa dilihat pada diagram ilustrasi di bawah ini, bahwa audience yang di Facebook tetap sama seperti diagram sebelumnya, namun kali ini algoritma Facebook memiliki pilihan audience di Instagram dan Audience Network.

automatic placement

 

Yang terjadi adalah sebagai berikut. Pada saat yang bersamaan, ada lebih dari 1 kemungkinan terjadinya conversion, baik itu di Facebook, Instagram, maupun Audience Network. Jika kita menggunakan placement automatic, algoritma Facebook memiliki lebih banyak pilihan audience, sehingga apabila pada suatu waktu harga conversion di Facebook lebih mahal maka kemungkinan conversion akan terjadi di Instagram atau Audience Network yang lebih murah. Dengan demikian secara rata-rata biaya per conversion akan menjadi lebih kecil (lihat pada lingkaran hijau pada diagram ilustrasi di atas).

 

Kesalahan yang Sering Terjadi

Setelah campaign berjalan beberapa saat, biasanya advertiser akan melakukan analisa, salah satunya yaitu breakdown cost per result dari masing-masing placement. Masih menggunakan diagram ilustrasi yang sama sebagai contoh, dapat dilihat bahwa Instagram menghasilkan cost per result paling mahal dibanding Facebook atau Audience Network.

rata-rata setiap placement

 

Yang seringkali terjadi adalah, pada saat advertiser merasa bahwa salah satu placement (dalam contoh ini Instagram) menghasilkan cost per result yang lebih mahal dibanding yang lain, placement tersebut akan dimatikan. Advertiser berharap dengan mematikan salah satu placement yang mahal maka average cost per result akan lebih murah, namun yang akan terjadi justru sebaliknya. Jika Instagram dimatikan, average cost per result nya jadi semakin mahal.

rata-rata tanpa instagram

 

Mengapa demikian?

Jawabannya karena automatic placement didesain bukan untuk mendapatkan cost per result paling optimal pada masing-masing placement, namun untuk mendapatkan cost per result paling optimal secara keseluruhan. Itulah mengapa sebaiknya kita perlu memaksimalkan penggunaan automatic placement ini.

 

What do you think?

Bagaimana pengalaman anda sendiri? Share pengalaman ataupun komentar anda di kolom komentar di bawah ini.

Have a great week ahead!

 

 


Share artikel ini

4 Replies to “Keunggulan Menggunakan Automatic Placement”

  • Bro, kalau messenger placement gmn?, soalnya kyknya emang sampe skrg buat messenger masih jelek bgt performancenya, paling gak buat objective app install gak works. gmn bro pendapatnya

    • harusnya sih sama bro. kalo pakai automatic placement dan salah satu placement gak bagus hasilnya, alokasi budgetnya akan dipindahin ke placement lain yang hasilnya bagus. kalau nggak, coba di-split test aja bro supaya lebih pasti hasilnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *