Menjalankan Campaign di Masa Pandemi

menjalankan campaign di masa pandemi
Share artikel ini

Akhirnya bisa sempat nulis lagi. Di masa pandemi ini, semoga kita semua selalu diberikan kesehatan ya. Pada kesempatan kali ini saya akan menulis yang tidak terlalu teknis, agak lebih general saja, sesuai dengan kondisi saat ini.

Dampak dari pandemi COVID-19 ini bukan cuma ke bidang kesehatan, tapi berdampak juga ke bidang-bidang lainnya termasuk ekonomi. Banyak perusahaan yang kegiatannya terganggu karena adanya wabah ini. Perusahaan yang terkena dampak terbesar adalah yang usahanya banyak berkaitan dengan lokasi fisik, misalnya toko-toko retail offline, mall, event organizer, dan juga travel.

Bagaimana dengan bisnis yang tidak berkaitan dengan lokasi fisik, misalnya ecommerce? Dari yang saya amati, ada beberapa bisnis yang justru meningkat pesat di saat ini, terutama produk-produk sanitasi (sabun, hand sanitizer), alat-alat medis (masker, alat pelindung diri), dan produk kesehatan lainnya (vitamin, suplemen). Selain itu, penyedia konten digital juga tampaknya mendapat banyak user baru karena banyak yang berdiam di rumah.

survei outbreak responden asia
sumber: Facebook, Kantar

 

Namun, memang secara mayoritas industri terjadi penurunan. Salah satunya mungkin karena di tengah kondisi yang penuh ketidakpastian seperti ini, orang-orang cenderung menghemat pengeluaran-pengeluaran di luar kebutuhan primer. Akibatnya, banyak perusahaan yang aktivitas marketingnya yang tidak menghasilkan return yang optimal, walaupun sudah diusahakan secara maksimal.

Lalu apa yang harus dilakukan apabila bisnis anda menurun karena terkena dampak COVID-19 ini? Apakah harus menghentikan semua aktivitas marketing untuk menekan pengeluaran? Secara personal, memang menurut saya yang harus diutamakan, bisnis anda harus bisa bertahan hidup terlebih dahulu, Beberapa pengeluaran mungkin perlu dihemat untuk memastikan cashflow tetap aman selama beberapa bulan ke depan.

Tetapi apabila cashflow anda cukup sehat dan anda punya budget yang cukup untuk menjalankan campaign marketing, mungkin ada beberapa aktivitas yang bisa dilakukan.

 

Fokus Meningkatkan Brand Awareness

Untuk para performance marketer memang biasanya kurang familiar dengan campaign brand awareness. Karena impact nya tidak langsung terasa dalam waktu dekat. Namun di saat-saat seperti ini, menjalankan campaign dengan fokus ke performance bisa jadi tidak mendapatkan result yang sepadan. Jadi mengapa tidak fokus untuk meningkatkan brand awareness bisnis/produk anda?

browsing di sosial media lebih banyak saat pandemi
sumber: Facebook, YouGov

 

Survei dari YouGov menunjukkan bahwa ada peningkatan dalam penggunaan media sosial di Indonesia sejak adanya kebijakan social distancing dan himbauan untuk bekerja dari rumah diterapkan.

Artinya, ada peluang untuk tetap menjangkau target pasar anda melalui aktivitas digital marketing. Walaupun kemungkinan return nya tidak maksimal, tapi akan bagus apabila anda bisa meningkatkan brand awareness bukan hanya pada yang sudah tahu brand anda, namun juga kepada yang belum.

Bayangkan apabila kondisi sudah kembali normal, daya beli sudah kembali meningkat, dan brand anda sudah menjadi top-of-mind para user anda karena anda aktif menjalankan campaign sementara kompetitor tidak? Bisa jadi anda akan mendapat keunggulan yang cukup signifikan ke depannya.

Saya akan membahas secara teknis bagaimana menjalankan campaign Brand Awareness di Facebook dan Instagram pada artikel berikutnya.

 

Membuat Promo dengan Konten dan Copywriting yang Relevan

Apabila anda ingin tetap menjalankan campaign dengan fokus mendapatkan return, mungkin bisa dicoba dengan membuat promo khusus, misalnya memberikan diskon.

Beberapa restoran terlihat membuat promo diskon khusus delivery, tentunya tujuannya untuk mendorong customer tetap membeli dari mereka, tanpa harus ke luar rumah. Ada pula brand lain yang membuat promo diskon bundling untuk pembelian beberapa produk sekaligus.

perubahan kebiasaan selama corona
sumber: Facebook, YouGov

 

Hal ini tentunya harus juga dibarengi dengan konten dan copywriting yang relevan, Misalnya, beberapa brand saya lihat memanfatkan momentum meme #dirumahaja untuk membuat konten dan copywriting yang bagus. Contohnya dari post Instagram @yellowfitkitchen berikut ini:

iklan tetap di rumah
sumber: Instagram @yellowfitkitchen

 

Isi konten dan copywriting tentunya bisa disesuaikan dengan jenis layanan atau bisnis anda. Bisa explore beberapa tipe konten atau copywriting yang berbeda, dan analisa apakah ada perbedaan hasil dari konten-konten tersebut.

 

What do you think?

Demikianlah pembahasan artikel kali ini. Mudah-mudahan bermanfaat untuk semuanya. Bagikan komentar atau pendapat anda pada kolom di bawah ini.

Stay healthy and have a great week ahead!


Share artikel ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *