Memilih Tipe Bid untuk Campaign Anda
02/04/2018

Bagi yang sudah berpengalaman di dunia digital marketing, khususnya performance marketing, tentunya tidak asing dengan istilah bid atau bidding. Facebook dan Google, dua platform digital marketing terpopuler, juga mengadopsi sistem bidding untuk pemasang iklan di platform mereka. Pada post kali ini kita akan membahas mengenai tipe-tipe bid yang ada di Facebook dan tipe bid mana yang cocok untuk anda gunakan.
Sekilas Mengenai Facebook Auction
Sebelum kita bahas mengenai tipe bid, ada baiknya kita bahas dulu mengenai sistem penayangan iklan di Facebook. Facebook menggunakan sistem lelang atau auction untuk penayangan iklan kepada user. Seorang user Facebook mungkin saja menjadi target audience dari beberapa pengiklan sekaligus, namun iklan mana yang akan ditampilkan ke user tersebut? Tentunya Facebook tidak akan menampilkan semua iklan ke user tersebut karena akan sangat mengganggu. Jika hal tersebut terjadi, kemungkinan para user Facebook akan enggan menggunakan Facebook lagi karena terlalu banyak iklan.
Jadi, algoritma Facebook akan memilah-milah iklan mana yang akan ditayangkan dan iklan mana yang tidak. Dalam sistem auctionnya, Facebook menggunakan mekanisme Vickrey-Clarke-Groves (VCG). Mekanisme VCG menghitung beberapa variabel tertentu untuk menentukan iklan mana yang akan tampil. Detail mengenai sistem auction VCG akan kita bahas di post yang lain, namun salah satu variabel yang penting dalam sistem tersebut adalah besarnya bid yang dipasang pengiklan.
Tipe Bid yang Dapat Digunakan
Pada kesempatan ini saya akan membahas tipe bid dari campaign Conversion untuk contoh, karena tipe bid yang tersedia di campaign ini termasuk yang paling lengkap dibanding jenis campaign lainnya.
Lowest Cost

Lowest Cost dulu dikenal dengan sebutan Automatic Bid. Ini adalah tipe bidding default dari Facebook. Jika kita memilih lowest cost, artinya kita memberikan kebebasan kepada Facebook untuk menentukan besarnya bid untuk iklan kita. Facebook akan sebisa mungkin memasukkan bid terendah yang tetap memungkinkan iklan kita berjalan dengan optimal.
Kelebihan: paling simpel, iklan kemungkinan berjalan dan mendapat hasil yang maksimal
Kelemahan: besarnya bid bisa jadi lebih besar dari yang anda inginkan (jika anda memiliki angka target bid anda)
Kapan menggunakan tipe bid ini: apabila anda tidak mengetahui harus bid di angka berapa. Atau apabila anda ingin mendapat hasil maksimal tanpa memperdulikan besarnya bid yang perlu dipasang untuk mencapainya
Lowest Cost with Bid Cap

Tipe ini dulu dikenal dengan sebutan Maximum Bid (Manual Bid). Kita dapat memasukkan berapa bid maksimal yang kita inginkan. Misalnya anda memasukkan angka bid Rp 20.000 per conversion, maka Facebook akan menggunakan angka tersebut sebagai patokan maksimum bid di iklan anda.
Kelebihan: kita dapat mengatur supaya cost per conversion yang dikeluarkan sesuai dengan apa yang kita inginkan
Kelemahan: jika anda memasukkan bid anda terlalu rendah, atau kompetitor anda memasukkan bid lebih tinggi, kemungkinan iklan anda tidak ditayangkan secara maksimal sehingga hasil yang didapat juga tidak maksimal
Kapan menggunakan tipe bid ini: apabila anda mengetahui dengan pasti angka maksimal yang bersedia anda bayarkan untuk setiap hasil (conversion) yang didapat. Walaupun itu artinya ada hasil-hasil yang mungkin terlewat karena lebih mahal dari angka bid anda
Target Cost

Ini merupakan tipe bid yang cukup baru dan masih jarang digunakan. Agak mirip dengan Lowest Cost with Bid Cap, di sini pengiklan bisa memasukkan angka bid. Namun bedanya angka bid di sini adalah angka rata-rata (average), bukan angka maksimum. Misalnya kita masukkan Rp 20.000 di Lowest Cost with Bid Cap, kita bisa jadi mendapatkan angka aktualnya Rp 10.000 – Rp 15.000 karena Rp 20.000 adalah maksimal. Sedangkan jika kita masukkan Rp 20.000 di Target Cost, kemungkinan kita akan mendapatkan hasil aktual di angka sekitar Rp 20.000 tersebut.
Kelebihan: mirip dengan Lowest Cost with Bid Cap, kita dapat mengatur supaya cost per conversion yang dikeluarkan sesuai dengan apa yang kita inginkan. Selain itu, cost per conversion juga cenderung stabil walaupun kita meningkatkan jumlah budget
Kelemahan: juga mirip, jika anda memasukkan bid anda terlalu rendah, atau kompetitor anda memasukkan bid lebih tinggi, kemungkinan iklan anda tidak ditayangkan secara maksimal
Kapan menggunakan tipe bid ini: apabila anda mengetahui dengan pasti angka yang bersedia anda bayarkan untuk setiap hasil (conversion) yang didapat, dan anda menginginkan stabilitas cost per conversion saat anda men-scale-up campaign anda.
What do you think?
Kita sudah membahas tipe-tipe bid yang ada di Facebook. Mungkin anda punya pengalaman sendiri dengan tipe bid? Share pengalaman anda di kolom komentar di bawah ini.
Have a great week ahead!

Nice share sob! mau tanya.. aku running campaign dapetin CTRnya diatas 2% tapi result objectivenya(purchase) boncos…kira harus diimprove dimananya ya?
wah banyak faktornya bro. target audience, placement, tracking pixel, dan juga produk yang dijual. semua pengaruh ke hasil. harus dicek tuh yang mana yang bikin boncos.
HAI Pak Andreas, sungguh perhatian anda dengan yang masih nubie.
semoga rejeki anda selalu ditambahkan oleh yang kuasa.
klo boleh tanya, apa yang bisa saya manfaatkan dari conversion yang sudah saya dapat dari iklan sebelumnya. krn hasil dari konversi ada,tapi tidak mendapatkan goal transaksi.
sama pernah saya coba untuk menggunakan leads, sama juga tidak ada conversi.
dan untuk pertanyaan Bro Arifin, bagaimana kita bisa tau yang mana bikin boncos itu bagaimana cara kita menganalisa nya ? Terima kasih atas sharing nya Pak Andreas.
bisa dibuat campaign remarketing pak. jadi misalnya yang sudah lihat produk namun tidak beli, bisa ditarget oleh iklan lainnya.
Mas, mau tanya. Saya baru buat website. Apakah efektif running kampanye objective conversion dgn pixel masih fresh?
bisa saja, asalkan tujuan beriklan nya memang mendapatkan conversion event di website
Izin bertanya gan. Kalo campaign ABO kita spendnya nggak jalan kendalanya di budget bidding atau gimana. Mohon pecerahannya gan
mungkin di bid terlalu rendah atau size audience terlalu kecil
Maaf kalau semisal baru pertama kali ngiklan (benar2 pertama kali) sebaiknya menggunakan bid yg mana?
Terimakasih🙏
biasanya bisa coba dengan auto bid terlebih dahulu